Monday, July 30, 2018

BERKAH BERZAKAT, MAMPU MENJAGA KEARIFAN UMAT





Berzakat merupakan kewajiban dan ketinggian derajat seorang Muslim, ditentukan oleh sebesar dan sejauh mana ia memiliki kepedulian atau rasa sosial kepada sesama Muslim lainnya. Juga keutamaan tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Harta bukan untuk ditumpuk-tumpuk kemudian dinikmati sendiri. Seorang Muslim harus ingat bahwa ada kewajiban yang mesti dilakukan terhadap harta itu yang di dalamnya juga ada hak orang lain, agar harta yang diberikan Allah Swt tidak sia-sia dan bisa menjadi bekal hidup yang lebih berkah, baik di dunia maupun di akhirat.

Andai kita mau mensyukuri nikmat, yang salah satunya adalah dengan berzakat, niscaya akan terciptalah hubungan yang sangat harmonis di dalam masyarakat tersebut. Tidak akan terjadi kecemburuan sosial, yang menyebabkan rasa iri dan dengki. Sebenarnya, adanya perasaan iri dan dengki itu disebabkan karena tidak adanya tali ikatan yang kuat. Orang yang miskin tidak akan iri kepada orang kaya apabila orang kaya tersebut mau berbagi kepada orang miskin tersebut. Kecemburuan sosial tidak pernah muncul jika antara si kaya dan si miskin mau saling mengenal, memahami, dan saling membantu. Dengan demikian nyatalah bahwa dengan berzakat bisa memperkuat tali hubungan dalam masyarakat. Mari bersama kita tanamkan kepedulian untuk orang-orang disekeliling yang membutuhkan bantuan dari apa yang kita punya dan mampu kita bagi, agar terciptalah kesatuan dan persatuan yang utuh. Umumnya bagi Bangsa Indonesia dan khususnya masyarakat Banten. Sesungguhnya, Islam adalah sebuah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai baik yang patut kita jaga dan kita laksanakan. Diantarnya adalah dengan menolong sesama. Sehingga, kebersamaan melahirkan nilai keberkahan yang begituh indah. Berzakat bukan hanya menjadikan nilai ibadah sajah. Akan tetapi, mampuh menjaga terhadap nilai kearifan umat.

Islam menganjurkan umatnya untuk memperhatikan harta yang dimiliki. Diantaranya, adalah memikirkan terhadap sesama Muslim disekelilingnya yang membutuhkan uluran tangan dari sebagian harta yang dimilikinya. Ini agar, orang yang memiliki harta dapat menikmati hartanya dengan baik dan mendapatkan berkah dunia dan akhirat. Selain itu, orang yang berzakat juga akan mendapatkan pahala. Karena disetiap harta yang dimiliki seseorang, sejatinya ada campur tangan dari Allah Swt. Oleh karenanya, harta yang dimiliki mesti dikelola sesuai dengan petunjuk Allah Swt. Sehingga, berzakat adalah sebuah jalannya, pada orang yang suka berzakat, ada jaminan surga dari Allah Swt bahwa zakat akan melindunginya di hari perhitungan. Dalam bernaung di bawah perlindungan zakatnya, sehingga ditetapkan hisab (perhitungan) diantara manusia di yaumil akhir (hari kiamat).

Sungguh dahsyatnya mozaik bagi orang-orang yang cinta terhadap perbuatan berbagi. Tak ada kerugian yang menimpa orang-orang yang mengeluarkan sebagian dari hartanya di jalan Allah. Jaminan yang sangat besar dan banyak dipertegas di dalam Al-Qur’an dan hadits Lalu apakah kita menyia-nyiakan hal tersebut? Tentu tidak! Mari kita berbagi dari harta yang kita punya Namun kebalikan ancaman yang amat pedih bagi orang-orang yang tamak dan kikir terhadap yang enggan ia bagi dari harta yang dia miliki. Janganlah kita menjadi orang yang tamak dan kikir. Harta pada hakikatnya hanyalah titipan atau amanh yang perlu kita maksimalkan tentang keberadaanya di dalam kebaikan yang telah dianjurkan oleh agama.

Banyak sekali keutamaan berzakat, selain keutamaan secara konteks beragama, juga sangatlah baik secara konteks hidup bermasyarakat. Zakat akan mampu membawa kepada tali persaudaraan yang begitu kuat. Dimana, bila kita mau berbagi kepada sesama Muslim yang membutuhkan, maka akan terciptalah interaksi sosial yang begitu baik dan indah bagi keberlangsungan kehidupan. Inilah yang menjaga Islam sebagai “Rahmatan Lil ‘Alamin”. Namun, perlu pula kita sadari sebagai sesama umat Muslim yang faham terhadap keutamaan-keutamaan berzakat, terutama berbagi tentang keutaman-keutaman terhadap berzakat terhadap saudara-saudara disekitar kita, yang mempunyai harta lebih agar maulah berbaagi terhadap kelebihan harta itu. Karena, masih banyak sebagian dari mereka yang mempunyai harta lebih, enggan mengeluarkan sebagian hartanya. Maka, perlulah kita mengajaknya, agar mau mengeluarkan sebagian kelebihan dari hartannya itu. Mungkin sajah mereka belum faham tentang banyaknya keutamaan, keberkahan dan pahala di dalam berzakat, atau mungkin mereka tidak faham tentang tata cara bagai mana mengeluarkan harta tersebut atau mungkin, siapa sajah orang yang layak menerima pemberianya itu. Sehingga, Harfa adalah sebagai Fasilitator (penyalur) zakat, infak dan Sedekah yang tepat, sebagai salah satu lembaga yang lebih faham dalam menyalurkan dan menggunakan zakat, infak dan sedekah. Agar tercapailah maksud dan tujuan para pemberi (Muzaki). Namun, terkadang banyak orang salah kaprah dalam hal memberikan zakat, Diantarnya adalah tentang kepada siapa mereka memberikan sedekah yang baik. Karena, bisa dilihat dibeberapa tempat yang mana, banyak para pengemis. Ini merupakan fenomena yang tidak asing lagi. Namun, hal itu tidak saja akibat penanganan yang kurang tepat dan serius dari Pemerintah, melainkan juga disebabkan adanya potensi besar para pengemis dalam memperoleh pendapatan melalui sedekah.
HARFA (Harafan Dhuafa) merupakan Lemabaga yang benar-benar peduli terhadap kaum dhuafa dan mereka para kaum dhuafa bisa lebih diperhatikan oleh kaum-kaum yang mempunyai harta lebih khususnya, umumnya Pemerintah Provinsi Banten. Demi terciptanya sebuah kebersamaan dan kerukunan Umat. Selain dalam menggapai nilai ibadah dan berkah di dalam melaksanakanya, juga pasti mampu melahirkan rasa kebersamaan yang utuh. Semoga juga menjadi sebuah rangsangan yang positif, agar semua elemen masyarakat mau menyisihkan sebagian hartanya dan disalurkan kepada Lembaga yang benar-benar tepat dalam meksimalkan penyalurkan zakat kepada kaum-kaum yang layak menerimanya, tentu juga bisa membantu Pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan bagi masyarakat yang ada di wilayah Banten.




No comments:

Post a Comment

SANTRI NGAJI GERHANA

NGAJI GERHANA SANTRI NGAJI GERHANA  Matahari dan bulan merupakan dua makhluk Allah Subhanahu wa ta’ala yang sangat akrab dal...