Tuesday, September 18, 2018


SANTRI SANG MENGISI ESTAPET PERJUANGAN KIYAI
Uta.Muhtadin : Prakata Momentum Menyambut Hari Santri 2018

Setelah Indonesia bebas dari penjajah, perjuangan para Kiyai dan Santri tidak berhenti begitu saja. Perjuangan yang sebenarnya adalah mengisi kemerdekaan tersebut dengan hal-hal yang mencerdaskan dan memajukan bangsa. Maka, mengisi kemerdekaan itulah menjadi jihad yang paling berat.
Sama halnya ketika zaman Rasulullah, ketika berperang melawan orang kafir Quraisy memiliki semangat juang dan visi yang sama, yaitu mendakwahkan Islam dan menyebarkannya. Kemudian setelah Islam tersebar, maka konteks jihad pun bukan lagi bermakna berperang dalam arti kontak fisik, tetapi maknanya meluas. Hingga jihad yang terberat adalah jihad melawan hawa nafsu sendiri.
Sama hal nya dengan bangsa Indonesia setelah menikmati kemerdekaan. Maka perjuangannya setelah kemerdekaan adalah bukan lagi melawan dan mengusir penjajah, perjuangan sekarang adalah bagaimana mengisi kemerdekaan tersebut. Perjuangan melawan ego sendiri, melawan kemalasan, melawan kemiskinan, dan melawan kebodohan.
Perjuangan kiai dan santri dalam konteks ke-Indonesiaan adalah menanamkan nilai-nilai Islam di masyarakat, mengajarkan masyarakat bagaimana memiliki pemahaman agama yang benar dan mendalam, memiliki akhlak yang baik sebagai fondasi dalam berinteraksi sesama manusia, tak mudah untuk menyalahkan, tidak saling mengintimidasi, apalagi saling mengkafirkan sesama pemeluk agamanya. Ini lah tantangan terberat perjuangan para kiai dan santri setelah kemerdekaan Indonesia.


No comments:

Post a Comment

SANTRI NGAJI GERHANA

NGAJI GERHANA SANTRI NGAJI GERHANA  Matahari dan bulan merupakan dua makhluk Allah Subhanahu wa ta’ala yang sangat akrab dal...