SANTRI SANG MENGISI
ESTAPET PERJUANGAN KIYAI
Uta.Muhtadin : Prakata Momentum
Menyambut Hari Santri 2018
Setelah
Indonesia bebas dari penjajah, perjuangan para Kiyai dan Santri tidak berhenti
begitu saja. Perjuangan yang sebenarnya adalah mengisi kemerdekaan tersebut
dengan hal-hal yang mencerdaskan dan memajukan bangsa. Maka, mengisi
kemerdekaan itulah menjadi jihad yang paling berat.
Sama
halnya ketika zaman Rasulullah, ketika berperang melawan orang kafir Quraisy
memiliki semangat juang dan visi yang sama, yaitu mendakwahkan Islam dan
menyebarkannya. Kemudian setelah Islam tersebar, maka konteks jihad pun bukan
lagi bermakna berperang dalam arti kontak fisik, tetapi maknanya meluas. Hingga
jihad yang terberat adalah jihad melawan hawa nafsu sendiri.
Sama
hal nya dengan bangsa Indonesia setelah menikmati kemerdekaan. Maka
perjuangannya setelah kemerdekaan adalah bukan lagi melawan dan mengusir
penjajah, perjuangan sekarang adalah bagaimana mengisi kemerdekaan tersebut.
Perjuangan melawan ego sendiri, melawan kemalasan, melawan kemiskinan, dan
melawan kebodohan.
Perjuangan
kiai dan santri dalam konteks ke-Indonesiaan adalah menanamkan nilai-nilai
Islam di masyarakat, mengajarkan masyarakat bagaimana memiliki pemahaman agama
yang benar dan mendalam, memiliki akhlak yang baik sebagai fondasi dalam
berinteraksi sesama manusia, tak mudah untuk menyalahkan, tidak saling
mengintimidasi, apalagi saling mengkafirkan sesama pemeluk agamanya. Ini lah
tantangan terberat perjuangan para kiai dan santri setelah kemerdekaan
Indonesia.
No comments:
Post a Comment