Sunday, August 19, 2018

KETIKA LANGIT DIRAYU BUMI






“Disaat Cobaan Jatuh Dalam Kesedihan,
Maka Do’a Adalah sebaik-baiknya Rayuan Bahagia “. (Uta.Muhtadin)

Pondok pesantren adalah peradaban pendidikan yang selalu mendedikasihkan terhadap jiwa-jiwa kesantrian agar pandai dalam merayu langit. Karena santri adalah ruh dan pesantren sebagi jasadnya. Bila ruh tak pandai dalam membawa jasad kejalan bahagia, maka ia akan terus merasakan kesakitan. Sehingga pesantren selalu menitik beratkan para santri agar selalu berprilaku yang mengandung nilai-nilai kebaikan. Terbukti, muatan pendidikan yang ada dilamanya ialah kiat-kiat bagaimana cara merayu langit, agar bumi selalu bahagia.
Kegelisahan manusia telah ditempatkan dalam takdir kehidupanya masing-masing. Seperti bunga yang bermekaran, lalu ia mengering dan berguguran. Itulah Qiyas (contoh) kehidupan. Sikapi hal tersebut dengan keistiqomahan dalam hati, maka niscaya akan mampu bertepi di dermaga keindahan. Karena, sebaik-baiknya seorang hamba adalah mensyukuri segala anugrah yang telah diberikan, serta menggunakan setiap jengkal langkah kehidupanya untuk merayu langit, agar penduduk bumi tetap tersenyum.
Tetap berdoa, jangan pernah berputus asa, dan jangan pernah patah semangat dalam mengejar apa yang kamu impikan. Karena usaha dan do’a akan membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Do’a adalah cara jitu untuk mengetuk langit. Oleh sebab itu, jangan pernah berhenti untuk berdoa. Yakinlah!, bahwa dengan berdoa, dan tidak meninggalkan do’a kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan.

"Jika kesedihan dalam suatu ujian hidup, bukan suatu tujuan untuk memohon Ridho Allah. Maka sia-sialah tangisan yang kita keluarkan". (Uta.Muhtadin)


No comments:

Post a Comment

SANTRI NGAJI GERHANA

NGAJI GERHANA SANTRI NGAJI GERHANA  Matahari dan bulan merupakan dua makhluk Allah Subhanahu wa ta’ala yang sangat akrab dal...