Saturday, July 28, 2018

“DINAMIKA FULL DAY TERHADAP KEBERLANGSUNGAN PENDIDIKAN AGAMA” Penulis : Uta.Muhtadin



Penulis : Uta.Muhtadin
            Rencana Full day yang akan dirilis oleh salah satu lembaga pemerintah bidang pendidikan dan kebudayaan saat ini menjadi salah satu topik yang sangat ramai dibahas. Baik pada kalangan Akademis samapi Politis, dan kini saatnya kaum sarungan ikut andil membahasa wacana tersebut.
            Sebenarnya, Lembaga yang pertama kali melaksanakan Full Day itu adalah Pondok Pesantren. Yang mana, Pondok secara turun temurun menerapkan Kegiatan belajar mengajar bukan terbatas hanya Pagi sampai Sore hari. Akan tetapi, Pondok Pesanter menerapkan KBM sampai malam hari, bahkan ada yang sampai 24 Jam. Namun, sangat jauh dengan Kurikulum Full day yang akan diterapkan oleh lembaga pemerintah pada saat ini. Bila pemerintah mempunyai Visi da Misi wacana full day itu untuk bertujuan menjadikan Generasi Bangsa menuju Revolusi mental atau menuju gotong royong, seharusnya mengikuti Kurikulum Pesantren. Kenapa ? dilingkungan pesantren tujuan Full Day itu, bukan hanya terbatas mampu merubah anak bangsa Berevolusi mental. Akan tetapi, samapai Berevolusi ahlak, bergotong royong dan menanamkan pada jati dirinya untuk bagaimana berkehidupan social yang mampu  bermanfaat bagi orang lain terutama agama dan bangsa ini. Itu semua terbukti, dengan didikan lebih mengutamakan kepada mendalami pendidikan agama.
            Pada persoalanya, kami para santri khwatir bila kurikulum yang kami jalani, dikontaminasi dengan kurikulum yang bertolak belakang dengan kurikulum yang kami pelajari sejak berabad-abad telah ada dan sudah jelas menghasilakn nilai positif bagi bangsa ini. Pondok Pesantren bukan hanya terbatas mampu merubah anak bangsa Berevolusi mental. Akan tetapi, samapai Berevolusi ahlak, bergotong royong dan menanamkan pada jati dirinya untuk bagaimana hidup bermanfaat bagi orang lain, terutama agama dan bangsa ini. Silahkan baca fakta sejarah dari hasil Pondok Pesantren sebagi lembaga pendidikan tertua yang berdiri di tanah Indonesia ini.




            Namun, kami akan sangat senang dan mendukung penuh bila Full Day yang akan direalisasikan oleh lembaga pemerintah dimayoritaskan adalah kurikulum yang sama kami jalani, yaitu pendidikan agama yang diutamakan. Karena, bila full day yang akan dipaksakan oleh pemerintah lebih mengutamakan ilmu umum atau biasa kami sebut ilmu dunia. Maka, itu akan berdampak menambah kesenjangan dalam hubungan sosial.


No comments:

Post a Comment

SANTRI NGAJI GERHANA

NGAJI GERHANA SANTRI NGAJI GERHANA  Matahari dan bulan merupakan dua makhluk Allah Subhanahu wa ta’ala yang sangat akrab dal...