Penulis
melakukan penelitian kecil dalam bentuk observasi di Pondok Pesantren Al-Barokah
Kadomas – Pandeglang, pada tanggal 12 Juli 2018. Santri mengikuti kegiatan
ekstarkurikuler Pramuka pada pukul 14.00 WIB. Dan Santri yang mengikuti
kegiatan Pramuka tersebut, sudah mulai berdatangan pukul 13.30 dan memang ada
yang datang terlambat. Ketika Santri tersebut datang terlambat dengan kesadaran Santri
tersebut melaksSantri an hukuman lari
keliling lapangan sebanyak 3 kali. Hukuman yang diberikan oleh Pembina Pramuka
itu semata–mata untuk melatih kedisiplinan Santri dan membiasakan Santri untuk datang tepat waktu. Dalam kegiatan
ekstrakurikuler pramuka di Pondok Pesantren Al-Barokah, Santri diajarkan
berbagai kegiatan, misalnya baris–berbaris dan membuat sebuah penyaring air.
Didalam kegiatan membuat sebuah penyaring air Santri diberikan waktu selama 10
menit untuk melakukan uji coba. Pemberian waktu uji coba selama 10 menit
bertujuan melatih ketepatan waktu yang diberikan pembina. Apakah Santribisa dan
berhasil dalam uji coba penyaring air dalam waktu singkat. Setelah dibuktikan Santriberhasil
melakukan uji coba yang dilaksSantri an dengan hasil air kotor yang disaring
menjadi air jernih. Keberhasilan mereka dengan waktu singkat itu karena
ketepatan waktu dan ketelitian yang dimiliki. Ketika waktu ekstrakurikuler
pramuka sudah akan berakhir maka Santrimengingatkan kepada Pembina agar kegiatan
ekstrakurikuler pramuka segera diakhiri. Sebelum mengakhiri kegiatan
ekstrakurikuler ini pembina memberikan arahan agar Santri -Santri tetap disiplin baik di sekolah dan di luar
sekolah agar bisa mendapat hasil yang maksimal dari apa yang mereka kerjakan.
Dari
penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa kedisiplinan di Pondok
Pesantren Al-Barokah sudah mulai berjalan dengan baik. Kesadaran Santri untuk
disiplin dalam segala hal sudah mulai tumbuh, karena bimbingan dan latihan yang
diberikan oleh Pembina pramuka dan staf pengajar pramuka. Dilain pihak
kedisiplinan Santri ini tumbuh karena faktor dari orang tua yang latar
belakangnya adalah seorang anggota TNI AU. Dan untuk Santri yang belum bisa
disiplin diberikan hukuman yang bersifat mendidik dan membimbing. Pembina
pramuka tidak berani dan tidak memberikan hukuman yang diberikan itu bersifat
kekerasan karena akan berakibat ke psikis Santri – Santri dan menimbulkan trauma.
Pramuka,
mengajarkan Santri untuk dapat tepat
waktu dalam menjalankan aktivitasnya baik ketika berkemah atau kegiatan pramuka
yang lainnya, tetapi Santri juga dilatih
untuk bisa tepat waktu dalam kegiatan sehari-hari diluar Pramuka. Tepat waktu
disini adalah salah satu bentuk contoh kedisiplinan secara sederhana yang bisa
diterapkan Santri , maka kepramukaan mendorong agar tumbuhnya jiwa kesadarannya
tanpa disuruh untuk melaksanakan kegiatan.
Pramuka
merupakan sebuah kegiatan organisasi pendidikan non formal yang memiliki konsep
yang baik dan tersusun rapi. Selain itu, pramuka juga memberikan manfaat yang
besar kepada Santri baik secara langsung
ataupun tidak langsung. Tidak heran lagi jika Pramuka sekarang digalakkan di
sekolah dan dipandang sebagai kegiatan yang bagus bagi Santri dan merupakan kebutuhan bagi Santri . Kegiatan
Pramuka tidak hanya mempelajari baris-berbaris dan kegiatan lainnya, Pramuka
juga mempelajari tentang pendidikan dibidang keagamaan, teknologi,
jasmani/kesehatan, alam sekitar, sosial, dan lain sebagainya. Karena kegiatan
yang dilakukan Pramuka itu berhubungan langsung dengan masyarakat dan merupakan
salah satu contoh dari pendidikan dibidang sosial, maka sangat bagus untuk
membentuk karakter kepribadian pada Santri . Salah satunya karakternya itu
adalah karakter kedisiplinan.
Gerakan
pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang
beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin,
menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup
sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik
Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup. Pramuka
juga bertujuan untuk :
1. Menumbuhkan
rasa percaya diri
2. Mengajarkan
untuk teratur dalam beraktivitas
3. Menumbuhkan
rasa kepedulian terhadap sesama, ketenangan jiwa, dan menumbuhkan kepekaan
4. Menumbuhkan
rasa kepatuhan terhadap peraturan
5. Melatih
kemandirian peserta didik
Trisatya,
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
Menjalankan
kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan
pancasila.
Menolong
sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
Menepati
Dasadarma.
Ketentuan
moral yang disebut Dasadarma, selengkapnya berbunyi :
Dasadarma
Pramuka
Takwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Cinta
alam dan kasih sayang sesama manusia.
Patriot
yang sopan dan kesatria.
Patuh
dan suka bermusyawarah.
Rela
menolong dan tabah.
Rajin,
trampil dan gembira.
Hemat,
cermat dan bersahaja.
Disiplin,
berani dan setia.
Bertanggungjawab
dan dapat dipercaya.
Suci
dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
No comments:
Post a Comment