Saturday, July 28, 2018

TRADISI ANAK PESANTREN ADALAH WAJAH KERUKUNAN BUDAYA INDONESIA



Pernahkan anda mengalami bagaimana rasanya makan beralasakan daun pisang yang bersentuhan dengan tanah? 
Sebuah daun panjang di gelar kemudian nasi dan lauk beserta sayur di taruh diatasnya kemudian beramai-ramai menyantap makanan yang tersaji. Bayangkan saja keasikan dan kebahagiaan yang ada pada, yang pasti suasananya jauh berbeda bila kita menyantap makanan di warung makan atau restoran. Ya, makan bersama beralaskan daun pisang masih menjadi tradisi kuat terlihat dilaksanakan oleh anak pesantren Salafiy Al-Barokah Kelurahan Kadomas Kecamatan. Pandeglang Kabupaten. Pandeglang Provinsi. Banten
Makan dengan beralaskan daun di Pondok kami, merupakan kebiasaan yang secara turun – temurun tidak bias dipisahkan dalam kehidupan sehari – hari kami. Karena, hal ini sangat banyak mengandung keuntungan yang luar biasa dan juga memiliki nilai filosofi yang menjadi semangat dalam kehidupan belajar.
Ya, hal ini adalah salah satu tradiisi kami, yang diantarannya menjadikan sebuah mmakan makna “KEBERSAMAAN DAN PERSAUDARAAN”. Yang mana, dalam Pilosofi kami ketika makan menggunakan daun pisang, duduk makan bersama ini tidak memandang derajat apakah ia orang kaya, pejabat penting atau rakyat biasa. Disini akan menciptakan Susana kebersamaan tanpa ada sekat – sekat perbedaan.
Saya berharaf, tradisi makan beralaskan daun pisang seperti kami pun, juga terdapat dirasakan di daerah lainnya di tanah air. Sehingga tradisi ini dapat dijumpai dan menjadi ciri khas sebuah Kerukunan menuju Persatuan dan Kesatuan sebuah dari Budaya Indonesia.


No comments:

Post a Comment

SANTRI NGAJI GERHANA

NGAJI GERHANA SANTRI NGAJI GERHANA  Matahari dan bulan merupakan dua makhluk Allah Subhanahu wa ta’ala yang sangat akrab dal...