“Allah Menguji Kita
Dengan Sesuatu Yang Kita Cintai, Maka Janganlah Berlebihan Mencintai, Agar
Sedihpun Tidak Berlebihan”
Bukanlah
Allah telah menciptakan manusia untuk hidup berpasang – pasangan dan saling
melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Di dalam Al Quran terdapat firman
Allah mengenai hal ini yang artinya :
“Dan
diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri
dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Ruum: 21)
“Dan
nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang
layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang
perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah Swt akan mengkayakan mereka. Dan
Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (An Nur: 32)
“Dan
segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran
Allah.” (Adz
Dzariyaat: 49)
Cinta
menurut pandangan islam bisa dikatakan seperti halnya keimananan, yakni yang
sudah diyakini dalam hati, kemudian diucapkan dengan lisan, dan juga sudah
dibuktikan dengan perilaku. Karena menurut saya pribadi bahwa mencintai antara
satu orang dengan yang lainnnya merupakan tanda – tanda serta salah satu ciri
sebagau orang yang mempunyai iman.
Islam
sendiri sangat menjaga dan menghargai arti dari kesucian cinta, sehingga cinta
yang sesungguhnya bukanlah sebuah kata yang murah dan tidak bisa dianggap
lumrah untuk diucapkan dari mulut satu ke mulut lainnya. Namun cinta sendiri
merupakan suatu anugerah dari Allah Swt yang akan terasa sangat indah dan tentu
saja suci apabila manusia itu sendiri bisa menganggapnya sebagai nilai dari
suatu kesucian.
Hal ini seperti pada penjelasan firman Allah yang ada di Al
Quran berikut ini yang artinya :
“Perempuan-perempuan
yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk
perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik
untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan
yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka
memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (QS An-Nur : 26)
Adapun
jika pasangan yang kita dapatkan ternyata buruk dan tidak sesuai dengan apa
yang dibayangkan, maka itu semua merupakan suatu ujian bagi diri kita untuk
menjadi hamba-Nya yang bisa selalu bersabar dan juga selalu bersyukur.
Karena
bagi mereka yang mampu untuk bersabar dan juga bersyukur, maka merekalah yang
layak mendapatkan kenimatan hidup di surga. Cinta dikatakan baik apabila mampu
membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Jika cinta
yang didapatkan ternyata justru membuat hidupmu menjadi semakin memburuk, maka
kita tidak perlu khawatir bahkan takut untuk membiarkannya pergi.
Yang
menjadi harapan ialah jika kita sedang merasakan jatuh cinta, maka cintakanlah
kita wahai Allah Swt kepada seseorang yang mempunyai kemantapan hati melabuhkan
cintanya hanya kepada-Mu sehingga nantinya akan bisa membantu menambah
kekuatanku dalam upaya untuk mencintai-Mu.
Selalu
ingatlah dan peringatkan kepada diri kita bahwa cinta sejati itu sesungguhnya
hanyalah milik Allah Swt Pencipta alam semesta. Cinta kepada manusia secara
berlebihan hanya akan membuat goresan luka yang teramat dalam, maka untuk itu
landaskanlah cinta antar manusia hanya karena Allah.
Cinta
karena Allah yang seperti inilah merupakan sebuah cinta yang nantinya akan
membuatmu menjadi semakin dekat dengan Allah Swt. Dengan demikian cinta
seseorang yang hidup bersamamu akan bisa merasakan dan mencicipi keindahan
serta manisnya sebuah keimanan.
" Biarkan Cintamu Berlabuh Dan Jatuh
Kepada Orang Yang Telah Ditakdirkan, Sehingga Tidak Jatuh Ataupun Pecah Menjadi
Berkeping-Keping Di Hatimu ".

No comments:
Post a Comment