Sunday, August 12, 2018

“ DEBUS “ DUA REBU SEDEKAH SEBAGAI GERAKAN SEDEKAH MENUJUH BERKAH


 Bersedekah merupakan ketinggian derajat seorang Muslim, ditentukan oleh sebesar dan sejauh mana ia memiliki kepedulian atau rasa sosial kepada sesama Muslim lainnya. Juga keutamaan tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Harta bukan untuk ditumpuk-tumpuk kemudian dinikmati sendiri. Seorang Muslim harus ingat bahwa ada kewajiban yang mesti dilakukan terhadap harta itu yang di dalamnya juga ada hak orang lain, agar harta yang diberikan Allah Swt tidak sia-sia dan bisa menjadi bekal hidup yang lebih berkah, baik di dunia maupun di akhirat.

Islam menganjurkan umatnya untuk memperhatikan harta yang dimiliki. Diantaranya, adalah memikirkan terhadap sesama Muslim disekelilingnya yang membutuhkan uluran tangan dari sebagian harta yang dimilikinya. Ini agar orang yang memiliki harta dapat menikmati hartanya dengan baik dan mendapatkan berkah dunia dan akhirat. Selain itu, orang yang bersedekah juga akan mendapatkan pahala. Karena disetiap harta yang dimiliki seseorang, sejatinya ada campur tangan dari Allah Swt. Oleh karenanya, harta yang dimiliki mesti dikelola sesuai dengan petunjuk Allah Swt. Sehingga, sedekah adalah sebuah jalannya. Pada orang yang suka bersedekah, ada jaminan surga dari Allah Swt bahwa sedekah akan melindunginya di hari perhitungan. Dalam bernaung di bawah perlindungan sedekahnya hingga ditetapkan hisab (perhitungan) diantara manusia di yaumil akhir (hari kiamat).

Banyak sekali keutamaan sedekah, selain keutamaan secara konteks beragama, juga sangatlah baik secara konteks hidup bermasyarakat. Sedekah membawa kepada tali persaudaraan yang begitu kuat. Dimana, bila kita mau berbagi kepada sesama Muslim yang membutuhkan, maka akan terciptalah interaksi sosial yang begitu baik dan indah bagi keberlangsungan kehidupan. Inilah yang menjaga Islam sebagai “Rahmatan Lil ‘Alamin”. Namun, perlu pula kita sadari sebagai sesama umat Muslim yang faham terhadap keutamaan-keutamaan bersedekah, terutama berbagi tentang keutaman-keutaman terhadap sedekah terhadap saudara-saudara  disekitar kita, yang mempunyai harta lebih agar maulah a berbaagi terhadap kelebihan harta itu. Karena, masih banyak sebagian dari mereka yang mempunyai harta lebih, enggan mengeluarkan sebagian hartanya. Maka, perlulah kita mengajaknya, agar mau mengeluarkan sebagian kelebihan dari hartannya itu. Mungkin sajah mereka belum faham tentang banyaknya keutamaan, keberkahan dan pahala di dalam sedekah, atau mungkin mereka tidak faham tentang tata cara bagai mana mengeluarkan harta tersebut atau mungkin, siapa sajah orang yang layak menerima pemberianya itu. Sehingga, Baznas adalah sebagai Fasilitator (penyalur) zakat, infak dan Sedekah yang tepat, sebagai salah satu lembaga yang lebih faham dalam menyalurkan dan menggunakan zakat, infak dan sedekah.  Agar tercapailah maksud dan tujuan para pemberi (Muzaki).

      Andaikata kita mau mensyukuri nikmat, yang salah satunya adalah dengan bersedekah, niscaya akan terciptalah hubungan yang sangat harmonis di dalam masyarakat tersebut. Tidak akan terjadi kecemburuan social, yang menyebabkan rasa iri dan dengki. Sebenarnya, adanya perasaan iri dan dengki itu disebabkan karena tidak adanya tali ikatan yang kuat. Orang yang miskin tidak akan iri kepada orang kaya apabila orang kaya tersebut mau berbagi kepada orang miskin tersebut. Kecemburuan sosial tidak pernah muncul jika antara si kaya dan si miskin mau saling mengenal, memahami, dan saling membantu. Dengan demikian nyatalah bahwa sedekah bisa memperkuat tali hubungan dalam masyarakat. Mari bersama kita tanamkan kepedulian untuk orang-orang disekeliling yang membutuhkan bantuan dari apa yang kita punya dan mampu kita bagi, agar terciptalah kesatuan dan persatuan yang utuh. Umumnya bagi Bangsa Indonesia dan khususnya masyarakat Banten. Sesungguhnya, Islam adalah sebuah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai baik yang patut kita jaga dan kita laksanakan. Diantarnya adalah dengan menolong sesama. Sehingga, kebersamaan melahirkan nilai keberkahan yang begituh indah. Sedekah bukan hanya menjadikan nilai ibadah sajah. Akan tetapi, mampuh menjaga terhadap nilai kearifan umat.

Namun, terkadang banyak orang salah kaprah dalam hal memberikan sedekah. Diantarnya adalah tentang kepada siapa mereka memberikan sedekah yang baik. Karena, bisa dilihat dibeberapa tempat yang mana, banyak para pengemis. Ini merupakan fenomena yang tidak asing lagi. Namun, hal itu tidak saja akibat penanganan yang kurang tepat dan serius dari Pemerintah, melainkan juga disebabkan adanya potensi besar para pengemis dalam memperoleh pendapatan melalui sedekah di jalanan atau datang ke rumah-rumah warga. “Mungkin awalnya mereka ada di jalanan karena faktor ekonomi serta untuk memenuhi gaya hidup, tapi lama-kelamaan menjadi profesi karena banyak masyarakat yang dalam hal memberikan sedekah di jalanan, sehingga bagi para pengemis, ini adalah sebagai peluang. Untuk itu, masyarakat dihimbau cerdas dalam menyalurkan zakat atau sedekahnya pada lembaga amil zakat supaya terdistribusi dengan tepat, karena, pengemis yang berkeliaran belum tentu pihak yang benar-benar membutuhkan. Bisa saja merupakan kelompok yang telah terorganisir dalam memanfaatkan hal itu. Pelu diingat bahwasanya sedekah dengan cara yang salah akan menimbulkan masalah. Apalagi tidak tahu pasti siapa mereka. Bisa saja mereka para donator sedekah dimanfaatkan oleh pengemis di jalanan sebagai sarana mencari uang. Yang demikianlah disebut dengan pemberian sedekah yang kurang baik. Sehingga, Pemerintah supaya gencar melakukan penertiban yang dibarengi dengan pembinaan dan pendataan, sehingga warga yang benar-benar kurang mampu dapat dibantu, sedangkan kelompok pengemis yang terorganisir bisa diberikan sanksi. Penertiban memang sudah giat, tapi setelah itu harus didata. Mana yang benar-benar orang membutuhkan, mana yang hanya memanfaatkan kesempatan. Kalau ada datanya, yang miskin bisa diberi bantuan dari amil zakat seperti BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional). Terkhusus bagi masyaraka Banten, agar dalam hal memberikan sedekah atau zakat yang kita berikan tepat sasaran dan tersampaikan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan. Khususnya untuksaudara kita yang terletak di Provinsi Banten.

DEBUS (Dua ribu sedekah) merupakan kegiatan yang akan dilakukan oleh BAZNAS Provinsi Banten. Semoga kegiatan ini mampuh menjadikan kegiatan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat Banten. Bahwasanya, BAZNAS adalah Lemabaga yang benar-benar peduli terhadap kaum dhuafa dan mereka para kaum dhuafa bisa lebih diperhatikan oleh kaum-kaum yang mempunyai harta lebih khususnya, umumnya Pemerintah Provinsi Banten. Demi terciptanya sebuah kebersamaan dan kerukunan Umat. Selain dalam menggapai nilai ibadah dan  berkah di dalam melaksanakanya, juga pasti mampu melahirkan rasa kebersamaan yang utuh. Semoga juga menjadi sebuah rangsangan yang positif, agar semua elemen masyarakat mau menyisihkan sebagian hartanya dan disalurkan kepada Lembaga yang benar-benar tepat dalam meksimalkan penyalurkan zakat dan sedekah kepada kaum-kaum yang layak menerimanya, tentu juga bisa membantu Pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan bagi masyarakat yang ada di wilayah Banten.


Berikut Beberapa Berkah Bila Anda Cinta Sedekah :

1. Sedekah adalah pembuka rejeki. Memang benar, anda akan kehilangan uang, tapi disaat
    bersamaan anda juga sedang mengundang rejeki yang jauh lebih banyak.

2. Sedekah membuat anda lebih pantas untuk mendapatkan kebaikan yang jauh lebih besar.

3. Sebelum mendapatkan sesuatu yang besar, bersedekahlah dengan sesuatu yang besar.
Karena hal itu akan menjamin hal besar tadi bisa anda nikmati untuk waktu yang lama.

4. Orang yang rajin bersedekah adalah perpanjangan tangan dari Allah yang maha pemberi
rezeki. Maka wajarlah jika ia juga memiliki rezeki yang melimpah.

5. Bersedekahlah hari ini, dan bersedekahlah hari esok, dan tetaplah bersedekah di hari-hari
selanjutnya. Jika kebisaaan anda seperti ini, rezeki melimpah pasti sangat tergoda untuk
mendatangi anda. 

6. Jika doa orang lemah mudah didengar Allah, maka bersedekah kepada mereka membuat
anda selalu diperhatikan oleh Allah.



Sungguh dahsyatnya mozaik bagi orang-orang yang cinta terhadap perbuatan berbagi. Tak ada kerugian yang menimpa orang-orang yang mengeluarkan sebagian dari hartanya di jalan Allah. Jaminan yang sangat besar dan banyak dipertegas di dalam Al-Qur’an dan hadits Lalu apakah kita menyia-nyiakan hal tersebut? Tentu tidak! Mari kita berbagi dari harta yang kita punya Namun kebalikan ancaman yang amat pedih bagi orang-orang yang tamak dan kikir terhadap yang enggan ia bagi dari harta yang dia miliki. Janganlah kita menjadi orang yang tamak dan kikir. Harta pada hakikatnya hanyalah titipan atau amanh yang perlu kita maksimalkan tentang keberadaanya di dalam kebaikan yang telah dianjurkan oleh agama.


 Berikut Ini Beberapa Hadits Rasulullah Saw :

لاَتَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوْفِ شَيْئًا وَلَوْ اَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
Artinya :“Janganlah kamu menyepelekan kebaikan sedikitpun walaupun kamu bertemu saudaramu dengan wajah sumringah” (H.R. Muslim).

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيْكَ لَكَ صَدَقَةٌ
Artinya :“Senyumanmu terhadap wajah saudaramu bernilai shadaqah untukmu”.
(H.R. Ibnu Hibban).

No comments:

Post a Comment

SANTRI NGAJI GERHANA

NGAJI GERHANA SANTRI NGAJI GERHANA  Matahari dan bulan merupakan dua makhluk Allah Subhanahu wa ta’ala yang sangat akrab dal...