Bersedekah
merupakan ketinggian derajat seorang Muslim, ditentukan oleh sebesar dan sejauh
mana ia memiliki kepedulian atau rasa sosial kepada sesama Muslim lainnya. Juga
keutamaan tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Harta bukan untuk
ditumpuk-tumpuk kemudian dinikmati sendiri. Seorang Muslim harus ingat bahwa
ada kewajiban yang mesti dilakukan terhadap harta itu yang di dalamnya juga ada
hak orang lain, agar harta yang diberikan Allah Swt tidak sia-sia dan bisa
menjadi bekal hidup yang lebih berkah, baik di dunia maupun di akhirat.
Islam menganjurkan umatnya untuk memperhatikan
harta yang dimiliki. Diantaranya, adalah memikirkan terhadap sesama Muslim
disekelilingnya yang membutuhkan uluran tangan dari sebagian harta yang
dimilikinya. Ini agar orang yang memiliki harta dapat menikmati hartanya dengan
baik dan mendapatkan berkah dunia dan akhirat. Selain itu, orang yang
bersedekah juga akan mendapatkan pahala. Karena
disetiap harta yang dimiliki seseorang, sejatinya ada campur tangan dari Allah
Swt. Oleh karenanya, harta yang dimiliki mesti dikelola sesuai dengan petunjuk
Allah Swt. Sehingga, sedekah adalah
sebuah jalannya. Pada orang yang suka bersedekah, ada jaminan surga dari
Allah Swt bahwa sedekah akan melindunginya di hari perhitungan. Dalam bernaung
di bawah perlindungan sedekahnya hingga ditetapkan hisab (perhitungan) diantara
manusia di yaumil akhir (hari kiamat).
Banyak
sekali keutamaan sedekah, selain keutamaan secara konteks beragama, juga
sangatlah baik secara konteks hidup bermasyarakat. Sedekah membawa kepada tali
persaudaraan yang begitu kuat. Dimana, bila kita mau berbagi kepada sesama
Muslim yang membutuhkan, maka akan terciptalah interaksi sosial yang begitu
baik dan indah bagi keberlangsungan kehidupan. Inilah yang menjaga Islam
sebagai “Rahmatan Lil ‘Alamin”. Namun, perlu pula kita sadari sebagai
sesama umat Muslim yang faham terhadap keutamaan-keutamaan bersedekah, terutama
berbagi tentang keutaman-keutaman terhadap sedekah terhadap
saudara-saudara disekitar kita, yang
mempunyai harta lebih agar maulah a berbaagi terhadap kelebihan harta itu.
Karena, masih banyak sebagian dari mereka yang mempunyai harta lebih, enggan
mengeluarkan sebagian hartanya. Maka, perlulah kita mengajaknya, agar mau
mengeluarkan sebagian kelebihan dari hartannya itu. Mungkin sajah mereka belum
faham tentang banyaknya keutamaan, keberkahan dan pahala di dalam sedekah, atau
mungkin mereka tidak faham tentang tata cara bagai mana mengeluarkan harta
tersebut atau mungkin, siapa sajah orang yang layak menerima pemberianya itu.
Sehingga, Baznas adalah sebagai Fasilitator (penyalur) zakat, infak dan Sedekah
yang tepat, sebagai salah satu lembaga yang lebih faham dalam menyalurkan dan
menggunakan zakat, infak dan sedekah. Agar
tercapailah maksud dan tujuan para pemberi (Muzaki).
Andaikata kita
mau mensyukuri nikmat, yang salah satunya adalah dengan bersedekah, niscaya
akan terciptalah hubungan yang sangat harmonis di dalam masyarakat tersebut.
Tidak akan terjadi kecemburuan social, yang menyebabkan rasa iri dan dengki.
Sebenarnya, adanya perasaan iri dan dengki itu disebabkan karena tidak adanya
tali ikatan yang kuat. Orang yang miskin tidak akan iri kepada orang kaya
apabila orang kaya tersebut mau berbagi kepada orang miskin tersebut. Kecemburuan
sosial tidak pernah muncul jika antara si kaya dan si miskin mau saling
mengenal, memahami, dan saling membantu. Dengan demikian nyatalah bahwa sedekah
bisa memperkuat tali hubungan dalam masyarakat. Mari bersama kita tanamkan kepedulian untuk orang-orang
disekeliling yang membutuhkan bantuan dari apa yang kita punya dan mampu kita
bagi, agar terciptalah kesatuan dan persatuan yang utuh. Umumnya bagi Bangsa
Indonesia dan khususnya masyarakat Banten. Sesungguhnya, Islam adalah sebuah agama
yang menjunjung tinggi nilai-nilai baik yang patut kita jaga dan kita
laksanakan. Diantarnya adalah dengan menolong sesama. Sehingga, kebersamaan
melahirkan nilai keberkahan yang begituh indah. Sedekah bukan hanya menjadikan
nilai ibadah sajah. Akan tetapi, mampuh menjaga terhadap nilai kearifan umat.
Namun, terkadang banyak orang salah kaprah dalam
hal memberikan sedekah. Diantarnya adalah tentang kepada siapa mereka
memberikan sedekah yang baik. Karena, bisa dilihat dibeberapa tempat yang mana,
banyak para pengemis.
Ini merupakan fenomena yang tidak asing lagi. Namun, hal itu tidak saja akibat
penanganan yang kurang tepat dan serius dari Pemerintah, melainkan juga
disebabkan adanya potensi besar para pengemis dalam memperoleh pendapatan
melalui sedekah di jalanan atau datang ke rumah-rumah warga. “Mungkin awalnya mereka ada di jalanan karena
faktor ekonomi serta untuk memenuhi gaya hidup, tapi lama-kelamaan menjadi
profesi karena banyak masyarakat yang dalam hal memberikan sedekah di jalanan,
sehingga bagi para pengemis, ini adalah sebagai peluang. Untuk itu, masyarakat dihimbau cerdas dalam
menyalurkan zakat atau sedekahnya pada lembaga amil zakat supaya terdistribusi
dengan tepat, karena, pengemis yang berkeliaran belum tentu pihak yang
benar-benar membutuhkan. Bisa saja merupakan kelompok yang telah terorganisir
dalam memanfaatkan hal itu. Pelu diingat bahwasanya sedekah dengan cara yang
salah akan menimbulkan masalah. Apalagi tidak tahu pasti siapa mereka. Bisa
saja mereka para donator sedekah dimanfaatkan oleh pengemis di jalanan sebagai
sarana mencari uang. Yang demikianlah disebut dengan pemberian sedekah yang
kurang baik. Sehingga, Pemerintah supaya
gencar melakukan penertiban yang dibarengi dengan pembinaan dan pendataan,
sehingga warga yang benar-benar kurang mampu dapat dibantu, sedangkan kelompok
pengemis yang terorganisir bisa diberikan sanksi. Penertiban memang sudah giat,
tapi setelah itu harus didata. Mana yang benar-benar orang membutuhkan, mana
yang hanya memanfaatkan kesempatan. Kalau ada datanya, yang miskin bisa diberi
bantuan dari amil zakat seperti BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional). Terkhusus
bagi masyaraka Banten, agar dalam hal memberikan sedekah atau zakat yang kita
berikan tepat sasaran dan tersampaikan kepada orang-orang yang benar-benar
membutuhkan. Khususnya untuksaudara kita yang terletak di Provinsi Banten.
DEBUS (Dua ribu sedekah)
merupakan kegiatan yang akan dilakukan oleh BAZNAS Provinsi Banten. Semoga
kegiatan ini mampuh menjadikan kegiatan yang benar-benar dirasakan oleh
masyarakat Banten. Bahwasanya, BAZNAS adalah Lemabaga yang benar-benar peduli
terhadap kaum dhuafa dan mereka para kaum dhuafa bisa lebih diperhatikan oleh
kaum-kaum yang mempunyai harta lebih khususnya, umumnya Pemerintah Provinsi
Banten. Demi terciptanya sebuah kebersamaan dan kerukunan Umat. Selain dalam
menggapai nilai ibadah dan berkah di
dalam melaksanakanya, juga pasti mampu melahirkan rasa kebersamaan yang utuh.
Semoga juga menjadi sebuah rangsangan yang positif, agar semua elemen
masyarakat mau menyisihkan sebagian hartanya dan disalurkan kepada Lembaga yang
benar-benar tepat dalam meksimalkan penyalurkan zakat dan sedekah kepada kaum-kaum
yang layak menerimanya, tentu juga bisa membantu Pemerintah dalam mengurangi
angka kemiskinan bagi masyarakat yang ada di wilayah Banten.
Berikut Beberapa Berkah Bila
Anda Cinta Sedekah :
1. Sedekah adalah pembuka rejeki.
Memang benar, anda akan kehilangan uang, tapi disaat
bersamaan anda juga sedang
mengundang rejeki yang jauh lebih banyak.
2. Sedekah membuat anda lebih
pantas untuk mendapatkan kebaikan yang jauh lebih besar.
3. Sebelum mendapatkan sesuatu
yang besar, bersedekahlah dengan sesuatu yang besar.
Karena hal itu akan
menjamin hal besar tadi bisa anda nikmati untuk waktu yang lama.
4. Orang yang rajin bersedekah
adalah perpanjangan tangan dari Allah yang maha pemberi
rezeki. Maka wajarlah
jika ia juga memiliki rezeki yang melimpah.
5. Bersedekahlah hari ini, dan
bersedekahlah hari esok, dan tetaplah bersedekah di hari-hari
selanjutnya. Jika
kebisaaan anda seperti ini, rezeki melimpah pasti sangat tergoda untuk
mendatangi anda.
6. Jika doa orang lemah mudah
didengar Allah, maka bersedekah kepada mereka membuat
anda selalu diperhatikan
oleh Allah.
Sungguh dahsyatnya mozaik bagi
orang-orang yang cinta terhadap perbuatan berbagi. Tak ada kerugian yang
menimpa orang-orang yang mengeluarkan sebagian dari hartanya di jalan Allah.
Jaminan yang sangat besar dan banyak dipertegas di dalam Al-Qur’an dan hadits
Lalu apakah kita menyia-nyiakan hal tersebut? Tentu tidak! Mari kita berbagi
dari harta yang kita punya Namun kebalikan ancaman yang amat pedih bagi
orang-orang yang tamak dan kikir terhadap yang enggan ia bagi dari harta yang
dia miliki. Janganlah kita menjadi orang yang tamak dan kikir. Harta pada
hakikatnya hanyalah titipan atau amanh yang perlu kita maksimalkan tentang
keberadaanya di dalam kebaikan yang telah dianjurkan oleh agama.
لاَتَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوْفِ شَيْئًا وَلَوْ اَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
Artinya :“Janganlah
kamu menyepelekan kebaikan sedikitpun walaupun kamu bertemu saudaramu dengan
wajah sumringah” (H.R. Muslim).
تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيْكَ لَكَ صَدَقَةٌ
Artinya :“Senyumanmu terhadap wajah saudaramu
bernilai shadaqah untukmu”.
(H.R. Ibnu
Hibban).
No comments:
Post a Comment