Monday, January 7, 2019

Kegiatan Evaluasi Program Pondok Pesantren

Pandeglang, 07/01/2019. Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Pondok Pesantren Al-Barokah Kadomas - Pandeglang. Dalam Kegiatan evaluasi program 6 bulan yang telah terlaksana dan persiapan menyambut pelaksanaan 6 bulan program kedepan yang tertuang didalam kurikulum Pondok Pesantren Al-Barokah, yang disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan Sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Barokah Kadomas-Pandeglang KH.Mukhidin, S.Pd.I, ME, Sy, di sebelah tengah, sebelah kiri Kiyai Dede Baedillah, dan sebelah kanan Kiyai Sepul Anwar, S.Pd.


Dalam kegiatan evaluasi ini, memang rutin selalu dilaksanakan 4 kali dalam setahun di Pondok Pesantren Al-Barokah Kadomas-Pandeglang.  Sebagai salah satu cara untuk mencapai Visi Dan Misi Pesantren dalam Mencetak Generasi Agama dan Bangsa yang Berahlakul karimah, Religius, Mandiri, Kreatif, Inovatif dan mampu berdaya saing di dunia global.
Kegiatan Evaluasi Program Pondok Pesantren

KH. Mukhidin, S.Pd.I, ME, Sy. Selaku pengasuh pesantren menegaskan, bahwa jangan samapai santri menjadikan dirinya tercebur didalam pergaulan-pergaulan yang membuat dirinya merugi yang bertubi-tubi, ibarat sudah terjatuh tertimpa tangga, diantarannya adalah kejadian-kejadian yang kurang bermanfaat yang pernah dilakukan oleh para Santri itu terulang kembali. Pengasuh Pondok juga berpesan agar khitoh jiwa kesantriaan agar tetap terjaga, diantaranya adalah selalu menunjukan sifat ahlakul karimah terhadap sesama.

Redaktor : Uta Muhtadin

Tuesday, September 18, 2018


SANTRI SANG MENGISI ESTAPET PERJUANGAN KIYAI
Uta.Muhtadin : Prakata Momentum Menyambut Hari Santri 2018

Setelah Indonesia bebas dari penjajah, perjuangan para Kiyai dan Santri tidak berhenti begitu saja. Perjuangan yang sebenarnya adalah mengisi kemerdekaan tersebut dengan hal-hal yang mencerdaskan dan memajukan bangsa. Maka, mengisi kemerdekaan itulah menjadi jihad yang paling berat.
Sama halnya ketika zaman Rasulullah, ketika berperang melawan orang kafir Quraisy memiliki semangat juang dan visi yang sama, yaitu mendakwahkan Islam dan menyebarkannya. Kemudian setelah Islam tersebar, maka konteks jihad pun bukan lagi bermakna berperang dalam arti kontak fisik, tetapi maknanya meluas. Hingga jihad yang terberat adalah jihad melawan hawa nafsu sendiri.
Sama hal nya dengan bangsa Indonesia setelah menikmati kemerdekaan. Maka perjuangannya setelah kemerdekaan adalah bukan lagi melawan dan mengusir penjajah, perjuangan sekarang adalah bagaimana mengisi kemerdekaan tersebut. Perjuangan melawan ego sendiri, melawan kemalasan, melawan kemiskinan, dan melawan kebodohan.
Perjuangan kiai dan santri dalam konteks ke-Indonesiaan adalah menanamkan nilai-nilai Islam di masyarakat, mengajarkan masyarakat bagaimana memiliki pemahaman agama yang benar dan mendalam, memiliki akhlak yang baik sebagai fondasi dalam berinteraksi sesama manusia, tak mudah untuk menyalahkan, tidak saling mengintimidasi, apalagi saling mengkafirkan sesama pemeluk agamanya. Ini lah tantangan terberat perjuangan para kiai dan santri setelah kemerdekaan Indonesia.


Sunday, August 19, 2018

KETIKA LANGIT DIRAYU BUMI






“Disaat Cobaan Jatuh Dalam Kesedihan,
Maka Do’a Adalah sebaik-baiknya Rayuan Bahagia “. (Uta.Muhtadin)

Pondok pesantren adalah peradaban pendidikan yang selalu mendedikasihkan terhadap jiwa-jiwa kesantrian agar pandai dalam merayu langit. Karena santri adalah ruh dan pesantren sebagi jasadnya. Bila ruh tak pandai dalam membawa jasad kejalan bahagia, maka ia akan terus merasakan kesakitan. Sehingga pesantren selalu menitik beratkan para santri agar selalu berprilaku yang mengandung nilai-nilai kebaikan. Terbukti, muatan pendidikan yang ada dilamanya ialah kiat-kiat bagaimana cara merayu langit, agar bumi selalu bahagia.
Kegelisahan manusia telah ditempatkan dalam takdir kehidupanya masing-masing. Seperti bunga yang bermekaran, lalu ia mengering dan berguguran. Itulah Qiyas (contoh) kehidupan. Sikapi hal tersebut dengan keistiqomahan dalam hati, maka niscaya akan mampu bertepi di dermaga keindahan. Karena, sebaik-baiknya seorang hamba adalah mensyukuri segala anugrah yang telah diberikan, serta menggunakan setiap jengkal langkah kehidupanya untuk merayu langit, agar penduduk bumi tetap tersenyum.
Tetap berdoa, jangan pernah berputus asa, dan jangan pernah patah semangat dalam mengejar apa yang kamu impikan. Karena usaha dan do’a akan membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Do’a adalah cara jitu untuk mengetuk langit. Oleh sebab itu, jangan pernah berhenti untuk berdoa. Yakinlah!, bahwa dengan berdoa, dan tidak meninggalkan do’a kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan.

"Jika kesedihan dalam suatu ujian hidup, bukan suatu tujuan untuk memohon Ridho Allah. Maka sia-sialah tangisan yang kita keluarkan". (Uta.Muhtadin)


Wednesday, August 15, 2018

PENDIDIKAN KLASIK SEMAKIN MENARIK MENYONGSONG KEMERDEKAAN INDONESIA LEBIH NYANTRI




Kini hirup pikuk kehidupan, serasa semakin keras dalam mengahdapi perkembangan zaman. Namun, Santri tak pernah gentar dalam menghadapi perkembangan dan tantangan zaman. 

Berbangga hatilah, bagi kalian yang masih memiliki kesempatan untuk Nyantri.Hal tersebut tak banyak orang faham akan keistimewaan didalam identitas Kesantrian. Karena sesungguhnya seorang santri adalah Individu yang memiliki loyalitas besar terhadap Keagamaan dan Kebangsaan.

Disitulah jiwa nyentrik kesantrian hadir untuk menjawab keadaan zaman. lalu mengapa santri selalu menjadi sorotan sejauh mata dunia memandang dengan penuh kekaguman?


Itu semua, karena Santri selalu mampu mengaktualisasikan perkembangan zaman dengan mengkreasikanya kedalam budaya peradaban yang mampu menghadirkan kearifan, sehingga dari kearifan itulah terbentuk sebuah kedamian dan kesejukan mata dunia ketika memandang.

Santri hadir untuk mampu mengkreasi hiruk pikuk problematika zaman dengan kemasan yang positif untuk Agama dan Bangsa. 

Bisa kita rasakan tatapan mata dunia yang terkagum-kagum dengan lembaga Pondok Pesantren yang mampu dan eksis dalam menjawab tantangan zaman. 

Itu semua karena Santri adalah Sang Penerus Estape perjuangan Peradaban Pendidikan.

Dalam menyambut kontestasi KEMERDEKAAN INDONESIA YANG KE-73 mengutip perkataan sang proklamator bangsa indonesia : 
“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)

Santri percaya bahwa kemerdekaan di atas tumpah darah para kyai dan ulama.
Dawuh kyai :

حب الوطن من الإيمان 

"Nasionalisme merupakan Ruh Keimanan"

Oleh karenanya,mengisi semangat juang para kyai untuk menjaga NKRI dan Pemersatu Ummat merupakan jihad pesantren menjaga negri.

AIS Banten mengucapkan : "Dari Santri Padamu Damailah Negri."

Penulis : Uta Muhtadin

ARTIKEL PENDIDIKAN KELASIK SEMAKIN MENARIK

ARTIKEL PENDIDIKAN KELASIK SEMAKIN MENARIK

Karya: Uta.Muhtadin


Kini hirup pikuk kehidupan, serasa semakin keras dalam mengahdapi perkembangan zaman. Namun, Santri tak pernah gentar dalam menghadapi perkembangan dan tantangan zaman. 

Berbangga hatilah, bagi kalian yang masih memiliki kesempatan untuk Nyantri. Yang mana, hal tersebut tak banyak orang faham akan keistimewaan didalam identitas Kesantrian. Karena sesungguhnya seorang santri adalah Individu yang memiliki loyalitas besar terhadap Keagamaan dan Kebangsaan.

Disitulah jiwa nyentrik kesantrian hadir untuk menjawab keadaan zaman. lalu mengapa santri selalu menjadi sorotan sejauh mata dunia memandang dengan penuh kekaguman. Itu semua, karena Santri selalu mampu mengaktualisasikan perkembangan zaman dengan mengkreasikanya kedalam budaya peradaban yang mampu menghadirkan kearifan, sehingga dari kearifan itulah terbentuk sebuah kedamian dan kesejukan mata dunia ketika memandang.

Santri hadir untuk mampu mengkreasi keanehan zaman dengan kemasan yang positif untuk Agama dan Bangsa. Bisa kita rasakan tatapan mata dunia yang terkagum-kagum dengan lembaga Pondok Pesantren yang mampu dan eksis dalam menjawab tantangan zaman. Itu semua karena Santri adalah Sang Penerus Estape perjuangan Peradaban Pendidikan.

Secerca Rasa Mendahsyatkan Asa




Setiap Bangsa memiliki budaya, dan dari budaya itulah akan menarik banyak cinta.

Pondok pesantren adalah lembaga paling unik, sehingga menghadirkan ciri khas dan cita rasa yang berbeda dimata dunia. Indonesia termasuk Negara yang memiliki daya tarik menarik bagi para ilmuan dunia, termasuk keunikan Santri sebagi Ruh dan Pondok Pesantren sebagi tubuhnya.

Keunikan yang tertanam pada Pondok Pesantren adalah Budaya Santrinya,  diantaranya adalah Sarungan, Pecian dan yang paling berkesan adalah metode pendidikan"SOROGAN DAN BANDUNGAN". Disitulah letak banyaknya menghadirkan tarikan Cinta.

Banyak orang merasa bangga menjadi kaum muda yang sangat milenial diluar Kesantrian. Namun, ternyata yang paling milenial adalah Santri.
Mengapa demikin?

1. Santri Lebih dahulu Hidup Mandiri
2. Santri lebih dahulu memahami tantangan zaman, dan
3. Santri lebih dahulu Mengetahui langkah-langkah untuk menjawab tantangan zaman.

Memang Santri banyak belajar dari kitab kelasik, sehingga dari keilmuan itulah ia lebih banyak mendapatkan cara-cara mengarungi kehidupan yang lebih asik.

Penulis : Uta Muhtadin
--------------------------------------------------------------------------------------------------
#gerakan ayo nyantri
#pesantren keren
#gak mondok gak keren
#pondok pesantren al-barokah kadomas-pandeglang
#Ais Banten

Monday, August 13, 2018

ARTIKEL PENDIDIKAN KELASIK SEMAKIN MENARIK



Karya: Uta.Muhtadin


Kini hirup pikuk kehidupan, serasa semakin keras dalam mengahdapi perkembangan zaman. Namun, Santri tak pernah gentar dalam menghadapi perkembangan dan tantangan zaman. 

Berbangga hatilah, bagi kalian yang masih memiliki kesempatan untuk Nyantri. Yang mana, hal tersebut tak banyak orang faham akan keistimewaan didalam identitas Kesantrian. Karena sesungguhnya seorang santri adalah Individu yang memiliki loyalitas besar terhadap Keagamaan dan Kebangsaan.

Disitulah jiwa nyentrik kesantrian hadir untuk menjawab keadaan zaman. lalu mengapa santri selalu menjadi sorotan sejauh mata dunia memandang dengan penuh kekaguman. Itu semua, karena Santri selalu mampu mengaktualisasikan perkembangan zaman dengan mengkreasikanya kedalam budaya peradaban yang mampu menghadirkan kearifan, sehingga dari kearifan itulah terbentuk sebuah kedamian dan kesejukan mata dunia ketika memandang.

Santri hadir untuk mampu mengkreasi keanehan zaman dengan kemasan yang positif untuk Agama dan Bangsa. Bisa kita rasakan tatapan mata dunia yang terkagum-kagum dengan lembaga Pondok Pesantren yang mampu dan eksis dalam menjawab tantangan zaman. Itu semua karena Santri adalah Sang Penerus Estape perjuangan Peradaban Pendidikan.


Sunday, August 12, 2018

JEJAK KAKI ANAK DESA



Ribuan hektar daratan yang terbentang, mengisahkan perjuangan di dalam pengharapan dalam setiap langkah. layaknya sang pengembala, berjalan dari sisi satu ke sisi lain, agar pengharapn itu, mampu untuk dinyatakan.


Kini, waktu seakan menerkam tempat, dan masa seakan menghadirkan kisah ke dalam sejarah yang kelam. Zaid adalah seorang anak dari kalangan sederhana yang berharap menjadi Bangsawan yang dermawan. kini ia memulai langkah demi langkah untuk menuju keilmuan yang masyhur dikalangan para bangsawan. Mulailah ia melangkahkan kakinya untuk menjempu asa yang menggebu-gebu di dalam batinya.

"Mengejar cita-cita itu, bukan sejauh mana kita terus bermimpi. Akan tetapi, telah sejauh mana kita melakukan segala hal untuk meraih mimpi itu". (Uta.Muhtadin)

(Pursuing these ideals, not to what extent we continue to dream. However, it has been how far we have done everything to achieve that dream)". (Uta.Muhtadin)


Pandangan Zaid kini mulai banyak melihat berbagai perbedaan tak seperti tempat yang biasa ia lihat di Desa. Tak tersadar, kini ia banyak menemukan hal-hal baru yang tak lazim ia rasakan sebelum ia berhijrah. Mungkin inilah salah satu makna dari Hijrah, yang akan banyak mengajarkan kita banyak sisi lain di  dalamanya.


"Sejauh mana kita memandang hamparan bumi. Maka sejauh itu pula, kita akan mendapatkan banyak keinginan."(Uta.Muhtadin)

"The extent to which we look at the expanse of the earth. So far that too, we will get many desires." (Uta.Muhtadin)

Hendaklah kita tak lagi banyak berpangku tangan atau banyak menutup mata dari hamparan dunia yang dihadirkan untuk dipandang. jauhkan keangkuhan dan pendamlah ketakutan untuk terus melangkah dalam mengarungi kehidupan.


"Masa adalah sebuah peluang, maka manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya masa ". (Uta.Muhtadin)

"Time is an opportunity, then make the best use of the time". (Uta.Muhtadin)

“ DEBUS “ DUA REBU SEDEKAH SEBAGAI GERAKAN SEDEKAH MENUJUH BERKAH


 Bersedekah merupakan ketinggian derajat seorang Muslim, ditentukan oleh sebesar dan sejauh mana ia memiliki kepedulian atau rasa sosial kepada sesama Muslim lainnya. Juga keutamaan tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Harta bukan untuk ditumpuk-tumpuk kemudian dinikmati sendiri. Seorang Muslim harus ingat bahwa ada kewajiban yang mesti dilakukan terhadap harta itu yang di dalamnya juga ada hak orang lain, agar harta yang diberikan Allah Swt tidak sia-sia dan bisa menjadi bekal hidup yang lebih berkah, baik di dunia maupun di akhirat.

Islam menganjurkan umatnya untuk memperhatikan harta yang dimiliki. Diantaranya, adalah memikirkan terhadap sesama Muslim disekelilingnya yang membutuhkan uluran tangan dari sebagian harta yang dimilikinya. Ini agar orang yang memiliki harta dapat menikmati hartanya dengan baik dan mendapatkan berkah dunia dan akhirat. Selain itu, orang yang bersedekah juga akan mendapatkan pahala. Karena disetiap harta yang dimiliki seseorang, sejatinya ada campur tangan dari Allah Swt. Oleh karenanya, harta yang dimiliki mesti dikelola sesuai dengan petunjuk Allah Swt. Sehingga, sedekah adalah sebuah jalannya. Pada orang yang suka bersedekah, ada jaminan surga dari Allah Swt bahwa sedekah akan melindunginya di hari perhitungan. Dalam bernaung di bawah perlindungan sedekahnya hingga ditetapkan hisab (perhitungan) diantara manusia di yaumil akhir (hari kiamat).

Banyak sekali keutamaan sedekah, selain keutamaan secara konteks beragama, juga sangatlah baik secara konteks hidup bermasyarakat. Sedekah membawa kepada tali persaudaraan yang begitu kuat. Dimana, bila kita mau berbagi kepada sesama Muslim yang membutuhkan, maka akan terciptalah interaksi sosial yang begitu baik dan indah bagi keberlangsungan kehidupan. Inilah yang menjaga Islam sebagai “Rahmatan Lil ‘Alamin”. Namun, perlu pula kita sadari sebagai sesama umat Muslim yang faham terhadap keutamaan-keutamaan bersedekah, terutama berbagi tentang keutaman-keutaman terhadap sedekah terhadap saudara-saudara  disekitar kita, yang mempunyai harta lebih agar maulah a berbaagi terhadap kelebihan harta itu. Karena, masih banyak sebagian dari mereka yang mempunyai harta lebih, enggan mengeluarkan sebagian hartanya. Maka, perlulah kita mengajaknya, agar mau mengeluarkan sebagian kelebihan dari hartannya itu. Mungkin sajah mereka belum faham tentang banyaknya keutamaan, keberkahan dan pahala di dalam sedekah, atau mungkin mereka tidak faham tentang tata cara bagai mana mengeluarkan harta tersebut atau mungkin, siapa sajah orang yang layak menerima pemberianya itu. Sehingga, Baznas adalah sebagai Fasilitator (penyalur) zakat, infak dan Sedekah yang tepat, sebagai salah satu lembaga yang lebih faham dalam menyalurkan dan menggunakan zakat, infak dan sedekah.  Agar tercapailah maksud dan tujuan para pemberi (Muzaki).

      Andaikata kita mau mensyukuri nikmat, yang salah satunya adalah dengan bersedekah, niscaya akan terciptalah hubungan yang sangat harmonis di dalam masyarakat tersebut. Tidak akan terjadi kecemburuan social, yang menyebabkan rasa iri dan dengki. Sebenarnya, adanya perasaan iri dan dengki itu disebabkan karena tidak adanya tali ikatan yang kuat. Orang yang miskin tidak akan iri kepada orang kaya apabila orang kaya tersebut mau berbagi kepada orang miskin tersebut. Kecemburuan sosial tidak pernah muncul jika antara si kaya dan si miskin mau saling mengenal, memahami, dan saling membantu. Dengan demikian nyatalah bahwa sedekah bisa memperkuat tali hubungan dalam masyarakat. Mari bersama kita tanamkan kepedulian untuk orang-orang disekeliling yang membutuhkan bantuan dari apa yang kita punya dan mampu kita bagi, agar terciptalah kesatuan dan persatuan yang utuh. Umumnya bagi Bangsa Indonesia dan khususnya masyarakat Banten. Sesungguhnya, Islam adalah sebuah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai baik yang patut kita jaga dan kita laksanakan. Diantarnya adalah dengan menolong sesama. Sehingga, kebersamaan melahirkan nilai keberkahan yang begituh indah. Sedekah bukan hanya menjadikan nilai ibadah sajah. Akan tetapi, mampuh menjaga terhadap nilai kearifan umat.

Namun, terkadang banyak orang salah kaprah dalam hal memberikan sedekah. Diantarnya adalah tentang kepada siapa mereka memberikan sedekah yang baik. Karena, bisa dilihat dibeberapa tempat yang mana, banyak para pengemis. Ini merupakan fenomena yang tidak asing lagi. Namun, hal itu tidak saja akibat penanganan yang kurang tepat dan serius dari Pemerintah, melainkan juga disebabkan adanya potensi besar para pengemis dalam memperoleh pendapatan melalui sedekah di jalanan atau datang ke rumah-rumah warga. “Mungkin awalnya mereka ada di jalanan karena faktor ekonomi serta untuk memenuhi gaya hidup, tapi lama-kelamaan menjadi profesi karena banyak masyarakat yang dalam hal memberikan sedekah di jalanan, sehingga bagi para pengemis, ini adalah sebagai peluang. Untuk itu, masyarakat dihimbau cerdas dalam menyalurkan zakat atau sedekahnya pada lembaga amil zakat supaya terdistribusi dengan tepat, karena, pengemis yang berkeliaran belum tentu pihak yang benar-benar membutuhkan. Bisa saja merupakan kelompok yang telah terorganisir dalam memanfaatkan hal itu. Pelu diingat bahwasanya sedekah dengan cara yang salah akan menimbulkan masalah. Apalagi tidak tahu pasti siapa mereka. Bisa saja mereka para donator sedekah dimanfaatkan oleh pengemis di jalanan sebagai sarana mencari uang. Yang demikianlah disebut dengan pemberian sedekah yang kurang baik. Sehingga, Pemerintah supaya gencar melakukan penertiban yang dibarengi dengan pembinaan dan pendataan, sehingga warga yang benar-benar kurang mampu dapat dibantu, sedangkan kelompok pengemis yang terorganisir bisa diberikan sanksi. Penertiban memang sudah giat, tapi setelah itu harus didata. Mana yang benar-benar orang membutuhkan, mana yang hanya memanfaatkan kesempatan. Kalau ada datanya, yang miskin bisa diberi bantuan dari amil zakat seperti BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional). Terkhusus bagi masyaraka Banten, agar dalam hal memberikan sedekah atau zakat yang kita berikan tepat sasaran dan tersampaikan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan. Khususnya untuksaudara kita yang terletak di Provinsi Banten.

DEBUS (Dua ribu sedekah) merupakan kegiatan yang akan dilakukan oleh BAZNAS Provinsi Banten. Semoga kegiatan ini mampuh menjadikan kegiatan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat Banten. Bahwasanya, BAZNAS adalah Lemabaga yang benar-benar peduli terhadap kaum dhuafa dan mereka para kaum dhuafa bisa lebih diperhatikan oleh kaum-kaum yang mempunyai harta lebih khususnya, umumnya Pemerintah Provinsi Banten. Demi terciptanya sebuah kebersamaan dan kerukunan Umat. Selain dalam menggapai nilai ibadah dan  berkah di dalam melaksanakanya, juga pasti mampu melahirkan rasa kebersamaan yang utuh. Semoga juga menjadi sebuah rangsangan yang positif, agar semua elemen masyarakat mau menyisihkan sebagian hartanya dan disalurkan kepada Lembaga yang benar-benar tepat dalam meksimalkan penyalurkan zakat dan sedekah kepada kaum-kaum yang layak menerimanya, tentu juga bisa membantu Pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan bagi masyarakat yang ada di wilayah Banten.


Berikut Beberapa Berkah Bila Anda Cinta Sedekah :

1. Sedekah adalah pembuka rejeki. Memang benar, anda akan kehilangan uang, tapi disaat
    bersamaan anda juga sedang mengundang rejeki yang jauh lebih banyak.

2. Sedekah membuat anda lebih pantas untuk mendapatkan kebaikan yang jauh lebih besar.

3. Sebelum mendapatkan sesuatu yang besar, bersedekahlah dengan sesuatu yang besar.
Karena hal itu akan menjamin hal besar tadi bisa anda nikmati untuk waktu yang lama.

4. Orang yang rajin bersedekah adalah perpanjangan tangan dari Allah yang maha pemberi
rezeki. Maka wajarlah jika ia juga memiliki rezeki yang melimpah.

5. Bersedekahlah hari ini, dan bersedekahlah hari esok, dan tetaplah bersedekah di hari-hari
selanjutnya. Jika kebisaaan anda seperti ini, rezeki melimpah pasti sangat tergoda untuk
mendatangi anda. 

6. Jika doa orang lemah mudah didengar Allah, maka bersedekah kepada mereka membuat
anda selalu diperhatikan oleh Allah.



Sungguh dahsyatnya mozaik bagi orang-orang yang cinta terhadap perbuatan berbagi. Tak ada kerugian yang menimpa orang-orang yang mengeluarkan sebagian dari hartanya di jalan Allah. Jaminan yang sangat besar dan banyak dipertegas di dalam Al-Qur’an dan hadits Lalu apakah kita menyia-nyiakan hal tersebut? Tentu tidak! Mari kita berbagi dari harta yang kita punya Namun kebalikan ancaman yang amat pedih bagi orang-orang yang tamak dan kikir terhadap yang enggan ia bagi dari harta yang dia miliki. Janganlah kita menjadi orang yang tamak dan kikir. Harta pada hakikatnya hanyalah titipan atau amanh yang perlu kita maksimalkan tentang keberadaanya di dalam kebaikan yang telah dianjurkan oleh agama.


 Berikut Ini Beberapa Hadits Rasulullah Saw :

لاَتَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوْفِ شَيْئًا وَلَوْ اَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
Artinya :“Janganlah kamu menyepelekan kebaikan sedikitpun walaupun kamu bertemu saudaramu dengan wajah sumringah” (H.R. Muslim).

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيْكَ لَكَ صَدَقَةٌ
Artinya :“Senyumanmu terhadap wajah saudaramu bernilai shadaqah untukmu”.
(H.R. Ibnu Hibban).

Saturday, August 11, 2018

RAGAM BUDAYA INDONESIA YANG EKSOTIS DIMATA DUNIA





Indonesia dikenal dunia karena kekayaan budaya, keseniannya, suku bangsa dan bahasa daerah. Selain itu, tanah Indoneia yang luas juga menjadikan Indonesia kaya akan hewan dan tumbuhan. Bumi Indonesia juga kaya sumberdaya alam.

Indonesia adalah negara yang memiliki suku bangsa dan bahasa daerah paling banyak di dunia. Ada ribuan suku yang menghuni tanah air. Ada ribuan jenis pulau kebudayaan dan kesenian di Indonesia. Contohnya, Pakaian Adat, Rumah Ada, Tarian, dan Lain-lain. Masing-masing suku di Indonesia memiliki adat istiadat yang berbeda-beda. Mereka juga memiliki cara merayakan kegembiraan yang berbeda juga. Tarian, Nyanyian, dan Alat Musik Tradisional.





v  Gamelan 

Gamelan adalah alat musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Pada instrumennya/alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul/menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau JawaMaduraBali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.




v  Karapan sapi 
Merupakan istilah untuk menyebut perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Pulau MaduraJawa Timur. Pada perlombaan ini, sepasang sapi yang menarik semacam kereta dari kayu (tempat joki berdiri dan mengendalikan pasangan sapi tersebut) dipacu dalam lomba adu cepat melawan pasangan-pasangan sapi lain.
Awal mula kerapan sapi dilatar belakangi oleh tanah Madura yang kurang subur untuk lahan pertanian, sebagai gantinya orang-orang Madura mengalihkan mata pencahariannya sebagai nelayan untuk daerah pesisir dan beternak sapi yang sekaligus digunakan untuk bertani khususnya dalam membajak sawah atau ladang.


v  Keris
Keris adalah senjata tradisional dari Indonesia yang diyakini mengandung kekuatan magis atau supranatural. Keris biasanya digunakan oleh para anggota kerajaan sebagai senjata pusaka yang dituakan. Keris sendiri telah digunakan di Indonesia sejak abad ke-9, keris terbuat  dari logam berkualitas, bahkan untuk keris kuno, banyak ditemukan terbuat dari bahan logam meteor yang jatuh kebumi. Menurut para peneliti keris kuno setidaknyamengandung unsur logam titanium, suatu bahan yang baru pada abad 20 digunakan sebagai bahan pelapis kendaraan untuk  luar angkasa . 

Gagang keris sendiri biasanya terbuat dari tulang belulang, kayu, ataupun tanduk binatang.UNESCO juga mengakui Keris sebagai “Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity” pada tanggal 25 November 2005.



v Lompat Batu
Lompat Batu adalah sebuah tradisi yang berasal dari Nias Selatan, jangan lewatkan berkunjung ke Desa Adat Bawomataluo. Tepatnya di Desa Bawomataluo, yang berdiri sekitar tahun 1830-an ini berada diketinggian 270 mdpl, merupakan wilayah tertinggi di Nias Selatan. Konon, tingginya wilayah ini melambangkan kekuasaan dan kekuataan kerajaan pada masa lampau.

Tradisi lompat batu atau dalam bahasa setempat disebut Fahombo, hanya untuk laki-laki di Nias. Menurut Methodius Zhagoto (20), pemuda Desa Bawomataluo yang mendampingi kami saat menyaksikan tradisi ini, sejarah lompat batu bermula dari syarat pemuda desa sudah bisa ikut berperang atau belum. 

Dahulu perang antar wilayah sering terjadi. Setiap wilayah biasanya dipagari dengan bambu setinggi dua meter atau lebih. Untuk bisa ikut berperang dan diterima sebagai prajurit raja, seorang pemuda harus bisa melompati bambu yang memagari wilayah lawan. Selain itu, pemuda yang mampu melompati tumpukan batu setinggi 2 meter dan tebal 40 cm ini dianggap telah dewasa dan matang secara fisik.


v  Tari pendet
Tari pendet merupakan salah satu tarian selamat datang yang paling tua di Pulau Bali. Menarikan tarian ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan spiritual masyarakat Hindu di Bali.

Jenis tarian penyambutan ini dibawakan oleh sekelompok remaja putri yang masing-masing membawa mangkok perak yang berisi bunga warna-warni. Dan pada bagian akhir tarian, para penari menaburkan bunga-bunga yang mereka bawa ke arah penonton atau tamu yang disambut, sebagai ucapan selamat datang.

Penggagas tarian ini adalah dua seniman kelahiran desa Sumertha, Denpasar, yaitu I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng. Keduanya menciptakan tari Pendet penyambutan dengan empat orang penari yang dipentaskan sebagai bagian dari pertunjukan kepariwisataan di sejumlah hotel yang ada di Denpasar, Bali. Dan pada tahun 1961, I Wayan Beratha mengembangkan tarian ini dan menambah jumlah penarinya menjadi lima orang, seperti yang sering ditampilkan sekarang.

SUARA CATATAN SANTRI, UNTUK SANG KIYAI KAMI



Karya : Uta.Muhtadin



Mohon Maaf kami sampaikan kepada Ayahanda yang kami sangat Ta’dzimi dan kami sangat cintai, apabila catatn ini kurang sopan !

Kami hanya ingin sekedar mencurhatkan isi hati kami, semenjak kami menerima kabar berita tentang Ayahanda di Deklarasikan menjadi Calon Wakil Kepala Negara. Kini, kegundahan demi kegundahan semakin kuat menyelimuti hati kami, serta ketakutan demi ketakutan yang seakan berbisik selalu  kepada kami.

Hal tersebut karena kami teringat kata-kata mutiara dari “Imam Al-Ghazali” dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin juz II mengatakan yang artinya :

“Sesungguhnya, kerusakan rakyat di sebabkan oleh kerusakan para penguasanya, dan kerusakan penguasa disebabkan oleh kerusakan ulama, dan kerusakan ulama disebabkan oleh cinta harta dan kedudukan, dan barang siapa dikuasai oleh ambisi duniawi ia tidak akan mampu mengurus rakyat kecil, apalagi penguasanya. Allah-lah tempat meminta segala persoalan.” (Ihya’ Ulumuddin II hal. 381).

Tukilan di atas yang kami kutif adalah sebagian Kata Mutiara yang telah kami Tabayunkan dari kabar berita yang semakin menguat selama ini. yaitu tawaran kedudukan Jabatan sebagai wakil kepala Negara kepada Ayahanda.


Lalu, apakah Ayahanda yang selama ini kami jadikan sebagi orang tua dan kiyai kami, Sang penasehat Bangsa ini, yang kami rasa Ayahanda telah tepat memiliki jabatan yang sangat terhormat di Negara ini, yaitu Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia (MUI), sebagi pemimpin para U’lama, sang penasehat Bangsa, terkhusus juga Ayahanda sebagai Penasehat Pemimpin di Negri ini. Apkah jabtan itu serasa Ayahanda rasakan masih kurang tepat ?


Sesungguhnya yang sangat kami takutkan dari kedudukan Wakil Kepala Negara kelak apabila Allah berkehendak kepada Ayahanda, adalah keragu-raguan untuk menegakan antara Hak dan Batil serta Amal ma’ruf Nahi Munkar. Karena batasan-batasan pengambilan keputusan dari jabatan itu. Termasuk karena ketakutan akan kehilangan sebuah jabatan. Maka dari itu, Wahai Ayahanda kami, Sang Panutan Kami dan Guru dari seluruh Santri di Negri ini, kami memohon kepada Ayahanda untuk memikirkan kembali keputusan yang Ayahanda Pilih selama ini.


Kami berharaf curhatan kami ini bisa sampai kepada Ayahanda dan mampu Ayahanda memberikan Nasehat kepada kami, untuk menghilangkan kegundahan demi kegundahan yang semakin kuat menyelimuti hati kami, serta ketakutan demi ketakutan yang seakan selalu berbisik kepada kami.

“Biarlah Saya Jadi Suluh Di Tengah Kelam, Setetes Embun Di Tengah Sahara”. (UAS)



Banten, 11 Agustus 2018
Penulis,
Uta.Muhtadin




SANTRI NGAJI GERHANA

NGAJI GERHANA SANTRI NGAJI GERHANA  Matahari dan bulan merupakan dua makhluk Allah Subhanahu wa ta’ala yang sangat akrab dal...